babe4d
LIVEKetika tugas pengasuhan terasa menumpuk, pertanyaan yang lebih berguna dari "siapa yang membantu?" adalah "siapa bertanggung jawab atas bagian ini?" Perbedaan kecil itu mengubah ayah dari sekadar pelaksana yang menunggu instruksi menjadi orang tua yang ikut melihat kebutuhan, mengambil keputusan, dan menuntaskan rutinitas.
Pengasuhan mencakup dukungan fisik, intelektual, emosional, dan sosial bagi anak sejak lahir hingga dewasa [1]. Karena cakupannya luas, pembagian tanggung jawab tak cukup hanya membicarakan satu-dua pekerjaan yang terlihat. Perhatian, pendampingan, dan hal-hal yang perlu direncanakan juga dapat masuk dalam percakapan keluarga.
Peran ayah sebagai bagian dari tanggung jawab orang tua
Dalam uraian tentang pengasuhan, tanggung jawab ditempatkan pada orang tua, yang juga berperan memberi pendidikan dasar dan menjadi teladan bagi anak [1]. Kerangka ini memberi alasan untuk membahas peran ayah sebagai tanggung jawab orang tua, bukan bantuan tambahan yang hanya dilakukan ketika diminta.
Artinya bukan setiap tugas harus dibagi sama rata setiap hari. Keluarga dapat mempertimbangkan waktu, kebutuhan anak, dan keadaan yang sedang dihadapi. Yang penting, kesepakatannya cukup jelas agar satu orang tidak terus-menerus menjadi pihak yang harus mengingat, mengatur, lalu meminta orang lain ikut bertindak.
Petakan pekerjaan yang terlihat dan yang perlu diingat
Sebagai langkah praktis, tuliskan rutinitas yang berulang lalu kelompokkan menurut kebutuhan anak. Empat bidang dukungan yang disebut dalam pengasuhanβfisik, intelektual, emosional, dan sosialβdapat menjadi titik awal pemetaan [1]. Keluarga kemudian bisa menerjemahkannya ke rutinitas masing-masing, misalnya kebutuhan sehari-hari, pendampingan belajar, waktu untuk mendengarkan anak, atau kegiatan bersama orang lain.
Untuk setiap rutinitas, sepakati siapa yang mengambil inisiatif, siapa yang mengerjakan, dan siapa yang memastikan tindak lanjutnya. Pada suatu keluarga, pembagian itu mungkin berarti ayah memegang satu rutinitas secara penuh; pada keluarga lain, tugas yang sama mungkin perlu bergantian. Ini bukan rumus baku, melainkan cara agar tanggung jawab tidak berhenti pada kalimat samar seperti "nanti dibantu".
Komunikasi membuat pembagian lebih jelas
Dalam percakapan antarorang tua, pembahasan akan lebih konkret jika menyebut tugas dan kebutuhan, bukan hanya rasa kewalahan. Pertanyaan seperti "Rutinitas apa yang belum tertangani?" atau "Bagian mana yang bisa kamu pegang dari awal sampai selesai?" dapat membantu mengubah keluhan umum menjadi kesepakatan yang dapat diperiksa kembali.
Komunikasi dengan anak juga bagian dari pengasuhan. Salah satu pola yang dijelaskan dalam sumber, yaitu pola asuh otoritatif, memberi ruang bagi orang tua untuk menyampaikan pendapat sekaligus menerima pendapat anak, dengan sikap ramah, sambil mendukung kemandirian dan menetapkan batas [1]. Ini bukan instruksi tentang pembagian pekerjaan antarorang tua, tetapi mengingatkan bahwa kebutuhan dan suara anak tetap perlu diperhitungkan dalam rutinitas keluarga.
Sesuaikan kesepakatan dengan keadaan keluarga
Pembagian tugas dapat berubah ketika kebutuhan anak atau keadaan keluarga berubah. Karena itu, kesepakatan sebaiknya cukup jelas untuk dijalankan, tetapi tidak dianggap sebagai aturan yang tak boleh ditinjau ulang. Jika sebuah tugas terus terlewat atau selalu kembali kepada orang yang sama, itu tanda bahwa pembagiannya perlu dibicarakan lagi.
Memahami peran ayah berarti melihat pengasuhan sebagai rangkaian tanggung jawab, bukan sekadar daftar bantuan sesekali. Dengan memetakan rutinitas, menetapkan siapa yang mengurusnya, dan menjaga komunikasi tetap terbuka, keluarga punya kerangka untuk menata pekerjaan sesuai keadaan mereka sendiri.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia β Pengasuhan anak. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=28395465&title=Pengasuhan_anak (diakses 2026-10-02).